Thursday, May 28, 2009

Tulisan Bagus dari Milis yang saya ikuti

Saat-saat ketika Seseorang Harus Diingatkan bahwa Amalnya Harus karena Allah Semata


Ketika seseorang beramal, misalnya memberi atau menolong orang lain, ada orang yang kecewa karena orang yang diberi atau ditolongnya tidak tahu diri atau tidak tahu terima kasih. Kekecewaan ini manusiawi. Banyak kasus, setelah kita memberi, membantu atau menolong seseorang, orang yang dibantu itu tidak mengucapkan terima kasih, malah ada yang bersikap sebaliknya. Dalam kasus seperti ini iman dan keikhlasan kita benar-benar diuji. Seharusnya, sikap ikhlas yang murni tidak perduli terhadap sikap dan reaksi apapun dari orang yang kita tolong.

Menolong atau membantu sepatutnya harus benar-benar karena Allah, bukan karena seseorang termasuk orang yang kita bantu itu. Dibawah ini adalah nasihat tentang kekecewaan yang tidak perlu terjadi, kekecewaan yang perlu diabaikan atau jangan difikirkan, dalam rangka membangun keikhlasan yang benar. Barangsiapa tidak perduli terhadap sikap orang yang ditolong setelah dia menolongnya, imannya benar-benar karena Allah SWT. Ketika seseorang beramal harus diingatkan bahwa amalnya harus semata-mata karena Allah, bukan karena orang yang ditolong. Ini memang sulit tapi harus dilatih agar kita bisa meningkatkan kualitas keikhlasan kita di mata Allah SWT.
1. Kecewa karena Tidak
Kita sering berbuat sesuatu kebaikan kepada orang lain. Misalnya memberikan pertolongan. Kita memberi uang, membantu berupa benda atau barang, memberikan perhatian, memberikan dorongan, saran dan masukan dan seterusnya. Orang yang ditolong atau dibantu pun merasakan ditolong, merasakan kebaikan kita. Ia mendengarkan dan membenarkan kata-kata dan nasehat kita. Tapi ternyata, ia tidak melaksanakannya, tidak nurut, tidak mengikuti saran dan keinginan kita padahal di depan kita ia mendengarkan, takzim dan hormat. Pada pelaksanannya, ia tetap saja mengikuti pikirannya sendiri. Membandel. Pertolongan, bantuan dan saran-saran kita tidak dilaksanakannya. Oleh sikap orang seperti ini kita tentu kecewa. Ini adalah sikap kecewa karena “tidak.” Tapi, kita harus segera meluruskan niat bahwa kita membantu orang hanya karena Allah saja, bukan karena ingin diturut atau ditaati oleh orang yang kita tolong. Kewajiban kita menolong, bahwa seseorang menerima pertolongan atau tidak bukan urusan kita, itu urusan dia sepenuhnya. Hasilnya, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Kita tidak boleh kecewa karena “tidak”: tidak berterima kasih, tidak nurut, tidak melaksanakan dst.
2. Kecewa karena Tiada
Kita juga mungkin kecewa pada orang yang sering kita beri nasehat, kita beri saran berulang-ulang, kita arahkan cara berfikir dan bertindaknya, tapi “tiada” bekasnya sedikitpun. Tetap saja, tiada perubahan, tiada peningkatan dan tiada kemajuan pada dirinya. Omongan kita hanya didengarkan tapi tiada bekas dan pengaruh dalam dirinya. Oleh kenyataan seperti ini kita harus segera mengembalikan kekecewaan kita kepada Allah SWT. Hanya karena Allah saja kita membantu orang bukan karena berharap hasilnya memuaskan. Inilah yang tidak boleh terjadi yaitu kecewa karena tiada.
3. Kecewa karena Sia-sia
Ada juga orang yang mendengarkan nasehat, saran dan masukan kita, ia melaksanakannya tapi tidak tepat momennya, jadilah sia-sia. Ia faham dan mengerti apa yang kita sarankan tapi tidak tepat waktu melaksanakannya, tidak tepat caranya, tidak tepat konteksnya, atau tidak mau melaksanakannya. Akhirnya pertolongan dan bantuan kita pun menjadi sia-sia. Kita kecewa karena hasilnya tidak ada, sia-sia. Kembali, kita harus menyerahkan urusan seperti ini kepada Allah agar kita ikhlas memberi pertolongan kepada orang lain.
4. Kecewa karena Hampa
Mungkin kita pernah memberikan bantuan pada seseorang, berupa materi, uang, simpati atau dorongan psikologis tapi tidak ada arti dan manfaatnya baik buat yang menolongnya maupun yang ditolongnya. Semuanya jadi hampa. Inilah maksud kecewa karena hampa. Mungkin kita ikhlas menolong tapi dengan cara yang keliru, tanpa kita sadari. Atau kita habis-habisan membantu orang yang bebal, orang yang hatinya sudah tertutup dan terkunci, orang yang kesadarannya mati dst. Tolong menolong seperti ini ujung-ujungnya adalah kehampaan. Kita beramal merasa sudah dengan perhitungan yang baik dan tepat, dengan strategi yang tepat agar bermanfaat, agar ada hasilnya, tapi ternyata tetap saja tidak ada perubahan, tidak ada hasilnya, hampa. Lalu kita berfikir buat apa melakukan sesuatu yang jelas-jelas tidak ada manfaatnya. Nah, orang yang kecewa karena hampa ini harus diingatkan agar mengembalikan niatnya karena Allah SWT. Orang yang beramal tidak boleh kecewa karena hampa, beramal saja karena Allah biar tidak hampa.
5. Kecewa karena Sebaliknya
Ini adalah perbuatan kita menolong, berbuat baik pada seseorang, tapi hasilnya malah sebaliknya yaitu merugikan dan mencelakakan diri kita sendiri. Orang bukan membalas pertolongan dan kebaikan kita tapi malah membenci, memusuhi dan antipati. Mungkin karena salah sangka, curiga, atau memang akhlaknya buruk yaitu tidak tahu diri. Istilah Sundanya “nulungan anjing kadempet” (menolong anjing yang kejepit, setelah ditolong malah menggigit). Pasti kita kecewa oleh sikap orang seperti ini. Tapi disinilah keikhlasan kita benar-benar diuji. Karenanya, kita mesti membiasakan beramal, berbuat sesuatu, menolong orang lain karena Allah semata-mata tanpa berharap hasil. Hasil biar saja itu urusan Allah sepenuhnya.[]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ciri-ciri Orang yang Memberikan Sesuatu Tanpa Berharap Balasan
Keikhlasan adalah bukti keimanan.
Semakin tinggi keikhlasan seseorang dalam beramal semakin tinggi derajat imannya di sisi Allah. Kita selama ini mungkin berpandangan, ikhlas itu sulit diukur, hanya hati yang bersangkutan dan Allah SWT saja yang tahu persis keikhlasan seseorang. Itu benar bila kita tidak tahu bagaimana cara mengukurnya. Tapi keikhlasan bukan tidak bisa diukur. Berbuat ikhlas dalam beramal atau memberikan sesuatu betul-betul tanpa berharap balasan (kecuali ridha Allah saja) ada ukurannya atau ada ciri-cirinya. Di bawah ini adalah ajaran Kitab Paradigma Hikmah Lima tentang rumus ciri-ciri orang yang bila memberikan sesuatu berarti ia betul-betul ikhlas, tanpa berarap balasan.
i
1. Bukan Miliknya
Dalam Islam diajarkan bahwa segala sesuatu yang kita miliki pada hakikatnya bukan milik kita, melainkan milik Allah semata. Apapun yang kita “miliki” hanyalah titipan Allah kepada kita. Kita harus meyakini bahwa uang, harta, kekayaan, nyawa, hidup, keluarga dan sebagainya, semuanya milik Allah, semuanya hanya titipan. Kalau semuanya hanya titipan, bukan milik kita, tetapi milik Allah, lalu mengapa harus merasa milik kita sendiri? Mengapa harus tidak ikhlas dengan apa yang terjadi pada kita? Mengapa harus kikir kepada orang lain? Mengapa harus menahan-nahan dan menguasai? Orang menjadi kikir karena lupa bahwa apa yang ada padanya seolah-olah miliknya. Orang akan memiliki sifat ikhlas, bila ia menghidupkan penghayatan bahwa semua yang “dimilikinya” pada hakekatnya adalah milik Allah, bukan milik dirinya, suatu saat, sewaktu-waktu, ketika titipan itu diambil kembali oleh pemiliknya melalui kehilangan, pemberian, atau kematian pemiliknya dst, ia akan tidak merasa kehilangan apa-apa, termasuk hidupnya, nyawanya, nasibnya, apalagi harta yang rendah nilainya.
2. Bukan atas Namanya
Ciri kedua orang yang pemberiannya ikhlas adalah “bukan atas namanya.” Ketika seseorang beramal, menyumbang, infaq dan shadaqah, ia menyumbang bukan atas namanya tetapi atas nama pemiliknya, yaitu Allah. Jelas sekali logikanya, kalau apa yang ada pada kita adalah titipan Allah, milik Allah, apakah ketika kita memberikannya pada orang lain, menyumbangkannya pada yang membutuhkan, menshadaqahkannya kepada yang membutuhkan, kita mengaku-ngaku sebagai pemiliknya? Bukankah itu sikap tidak tahu diri, telah mengaku-ngaku sesuatu sebagai miliknya padahal sesungguhnya milik Allah. Orang yang ikhlas sadar betul ketika menyumbangkan sesuatu tidak mengatasnamakan dirinya, tetapi mengatasnamakan pemiliknya. Jadi, orang yang ikhlas dalam beramal tidak akan menonjol-nonjol diri, tidak akan menyebut-nyebut namanya, ia akan merasa malu kalau disebut namanya, ia lebih menyembunyikan atau tidak membesar-besarkan namanya karena kesadarannya bahwa apa yang diberikannya itu bukan miliknya.
3. Bukan Penerima Balasannya
Ciri ketiga adalah “bukan penerima balasannya.” Sebagai konsekuensi dari sikap yang kedua, Anda tidak merasa sebagai penerima balasannya ketika memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai sumbangan, sebagai shadaqah dan sebagainya. Ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain dan kita, dalam hati, berharap balasannya, walaupun dari Allah, berarti kita belum ikhlas. Wong yang kita berikan bukan milik kita, mengapa kita harus mengharapkan balasan? Orang yang ikhlas, cirinya, ketika ia memberikan sesuatu, tidak berharap balasan dari siapapun, karena ia merasa bukan pemiliknya. Kalau pun balasan itu ada, akan diberikannya kepada pemiliknya karena pemiliknya itulah yang berhak mendapat balasan, bukan orang yang dititipinya.
4. Bukan yang Mengaturnya
Keempat, “bukan yang mengaturnya.” Ciri selanjutnya sebuah amal yang ikhlas adalah seseorang merasa dan meyakini bahwa hidupnya, nasibnya, harta yang dimilikinya, kekayaan yang ada padanya, apa yang diberikannya, bukan dia yang mengaturnya, tetapi Allah sebagai pemiliknya. Jelas dan logis sekali. Seseorang yang dititipi, dimanapun, hanya berhak menunggu dan memakainya (bila diizinkan), adapun penggunaan dan pengaturannya hanya pemiliknya yang menentukan. Misalnya, mau disimpan, mau dijual, mau diberikan, mau dibagikan, atau mau dibuang, semuanya terserah pemiliknya. Orang yang ikhlas tahu betul dan membuktikan bahwa pengaturan hartanya, kekayaannya, hidupnya, ditentukan oleh pemiliknya. Allah mengaturnya melalui apa? melalui ajaran agama, yaitu melalui ajaran zakat, infaq dan shadaqah. Bila Sang Pemilik memerintahkan untuk mengeluarkan zakat, infak atau shdaqah dari harta yang ada pada kita, ya keluarkan tanpa ragu dan bimbang. Kalau semua itu kita merasa bukan milik kita, apa susahnya melakukan itu? Jadi, sebetulnya ringan saja “memiliki” harta itu, kalau kita tahu dan menghayati posisi dan kedudukannya dengan benar. Sekali lagi, banyak orang yang rudet, ruwet, rakus dan stress dengan kepemilikan hartanya, atau apa saja yang ada pada dirinya, karena ia merasa miliknya sendiri. Ia lupa bahwa itu semua adalah titipan.
5. Hanya Memeliharanya
Terakhir, orang ikhlas dicirikan oleh sikapnya yaitu “hanya memeliharanya” terhadap apa saja yang dititipkan Allah kepadanya termasuk jiwanya, hidupnya, nasibnya dan hartanya. Ia tidak merasa memilikinya dan tidak menguasainya. Seorang Muslim yang sudah mencapai ikhlas merasa betul status dirinya terhadap apa yang ada padanya hanyalah memeliharanya. Ada pemilik sesungguhnya yaitu Allah SWT. Karenanya, bila ada orang merasa memiliki hartanya, menentukan sendiri penggunaannya, membuat sendiri aturan seenaknya, misalnya ditumpuk-tumpuk, dihitung-hitung, dipuja-puja, dikoleksi, dibelanjakan untuk kepuasan nafsunya, sesungguhnya ia adalah orang khianat, tidak bisa dipercaya karena melupakan pemiliknya. Karenanya, ketika diambil lagi oleh pemiliknya melalui kehilangan, kecurian, kebakaran dst, ia marah, mencak-mencak dan tidak menerima. Bukankah itu sebuah sikap yang tidak tahu diri?? Wallahu’alam![]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
AIRMATA RASULULLAH SAW...
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, " kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Mari sahabat - sahabatku di IMF yang beragama muslim untuk selalu mencintai Rosul dan selalu ingat pada saudara-saudara kita yang lemah , Salam Sukses Selalu !!! username : gemabrazil
NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk
mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Aallah dan Rasulnya mencintai kita.


Baca Selengkapnya......

Wednesday, May 13, 2009

5 “Rahasia” Tifus

Saya pernah kena penyakit yang ini... mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang kena maupun yang belum kena..

Sssst… ternyata penderita penyakit tifus tidak harus makan bubur.

Soal bubur baru merupakan salah satu rahasia dari penyakit tifus yang kerap diderita anak-anak. Mengapa bubur tak harus jadi menu utama? Dan apa “rahasia” lainnya, simak penuturan ini:



1. BUBUR TAK HARUS JADI MENU WAJIB PENDERITA TIFUS.

Penyakit tifus identik dengan menu ketat berbahan utama bubur. Bahkan bubur itu harus disaring sehalus mungkin. “Biar ususnya tidak tambah sakit,” begitu kata orang. Tidak cuma itu. Berbagai pantangan pun harus dijalani. Tidak boleh makan ini dan itu. Walhasil, penderita hanya makan bubur dengan lauk pauk seadanya. Dengan menu seperti itu, anak yang menderita tifus boleh jadi tidak nafsu makan, bahkan menolak makan. Siapa sih yang mau melahap bubur hambar miskin lauk? Selain itu, kandungan kalori sepiring bubur lebih sedikit ketimbang nasi. Jika sepiring bubur mengandung 80-100 kalori, maka sepiring nasi dapat empat kalinya. Walhasil, bubur tak hanya membuat nafsu makan anak hilang, tapi juga membuat tubuhnya lemas. Jika asupan gizi anak kurang maka dapat dipastikan waktu penyembuhan semakin lama. Dulu, penderita penyakit tifus wajib makan bubur dengan alasan khawatir terjadi gangguan pada pencernaan atau perdarahan pada usus. Pendapat ini tampaknya perlu diluruskan. Sebab, gangguan pencernaan akibat bakteri Salmonella typhi ada di usus halus. Perlu diketahui, makanan yang sudah masuk usus halus semuanya berbentuk cair. Ini karena sebelumnya makanan itu dikunyah di mulut, lalu diproses di lambung, lalu ke usus halus. Meski asalnya makanan itu padat, tapi kalau sudah masuk usus halus semuanya akan berbentuk cair. Jadi, sebenarnya tidak ada pantangan buat penderita penyakit tifus makan nasi lembek. Perkecualian jika penderita tidak sadar, maka penderita disarankan mengonsumsi menu makanan cair. Pantangan buat penderita tifus adalah makanan berserat tinggi seperti sayur-sayuran atau buah. Tapi jika diberikan sedikit tidak mengapa. Juga makanan yang berisiko menimbulkan kontraksi pada pencernaan seperti makanan pedas atau asam. Penderita dianjurkan mengonsumsi makanan berprotein tinggi seperti daging, telur, susu, tahu, tempe, dan lain-lain. Dengan demikian, nafsu makan anak membaik, waktu penyembuhan pun semakin cepat.


2. HARUS ISTIRAHAT
Agar lekas pulih, penderita tifus memang harus banyak beristirahat di tempat tidur. Untuk keperluan buang air, misalnya, sedapat mungkin penderita tidak beranjak dari tempat tidur. Banyak pergerakan dapat menyebabkan suhu naik. Bahkan jika terlalu heboh, aktif bergerak dapat menimbulkan risiko usus pecah. Jadi, biarkan si kecil tetap istirahat dan tidak terlalu banyak bergerak. Temani, hibur, atau bacakan dongeng jika perlu.

3. TES WIDAL POSITIF TIDAK SELAMANYA TIFUS
Untuk mengetahui seseorang terjangkit tifus atau tidak, maka tes yang umum digunakan adalah tes Widal. Jika positif berarti tifus, jika tidak maka mungkin penderita terjangkit penyakit lain. Padahal, Widal positif tidak selalu berarti penderita terjangkit tifus. Ini karena orang sehat sekalipun jika dites widal hasilnya bisa positif. Seorang dokter penyakit dalam bahkan pernah berkelakar, jika pasien, perawat, bahkan dokter yang berpraktik di kliniknya dites Widal, maka bukan tidak mungkin hasilnya positif semua. Ingat, kebersihan merupakan sebuah hal yang sulit dicari di negeri ini. Nasi goreng yang biasa kita santap bersama teman, es jeruk yang diseruput di warung tegal, bahkan menu makanan di kantin, tidak ada jaminan bebas tifus 100%. Namun, karena jumlah kuman yang masuk ke dalam tubuh tidak sampai menginfeksi, sakit tifus pun tidak terjadi. Ini berbeda dengan kondisi di Eropa atau Singapura yang sanitasinya sudah baik. Tes Widal positif berarti kemungkinan besar terjadi infeksi tifus. Namun, tidak berarti tes Widal diragukan akurasinya. Jika tesnya dilakukan di waktu yang tepat, plus diagnosis klinisnya benar, maka penyakit tifus dapat dengan mudah terdeteksi. Tes Widal idealnya dilakukan setelah hari ke-5 atau 6, sesudah penderita mengalami gejala klinis tifus yaitu demam. Jika dilakukan sebelum itu maka hasilnya tidak akurat. Selain itu, selidiki juga gejala lainnya seperti sembelit, nyeri perut, lidah kotor, muntah, dan lain-lain. Dengan kombinasi tes Widal dan deteksi gejala, maka penyakit tifus dapat dideteksi dengan mudah. Selain harganya yang lebih ekonomis, tes Widal juga dapat mendeteksi penyakit paratifus, sebuah penyakit dengan gejala mirip tifus tapi lebih ringan. Paratifus disebabkan bakteri Salmonella paratiphy. Sedangkan tifus disebabkan bakteri Salmonella typhi. Selain tes Widal, ada tes yang lebih akurat, yaitu tes TUBEXR yang merupakan tes imunologi. Merupakan tes dengan menggunakan partikel yang berwarna untuk meningkatkan sensitivitas. Tes ini sangat akurat dalam diagnosis infeksi akut pada tifus. Beberapa penelitian menyimpulkan, tes ini mempunyai sensitivitas lebih baik daripada uji Widal. Tes ini dapat menjadi pemeriksaan yang ideal, dapat digunakan untuk pemeriksaan secara rutin karena cepat, mudah dan sederhana, terutama di negara berkembang. Meski begitu, tes ini hanya dapat mendeteksi penyakit tifus, tapi tidak paratifus yang kerap menyertai tifus. Tes yang lebih akurat adalah pembiakan kuman dari darah, urine, feses, sumsum tulang, atau cairan lainnya. Hasil biakan yang positif memastikan demam tifoid. Media pembiakan yang direkomendasikan untuk S. typhi adalah media empedu. Ini karena S. typhi dan S. paratyphi dapat tumbuh pada media tersebut. Namun, tes biakan kuman sebaiknya dilakukan sebelum penderita diobati antibiotika. Meski sangat akurat dan dapat mendiagnosis tifus dan paratifus, diagnosis biakan kuman membutuhkan waktu lama (5-7 hari) serta peralatan yang lebih canggih untuk identifikasi bakteri sehingga tidak praktis untuk diagnosis penderita.

4. TIFUS ADALAH PENYAKIT BUKAN GEJALA
Banyak bakteri yang menegakkan diagnosis penyakit “gejala tifus”. Ini jelas sebuah diagnosis rancu, karena dalam dunia kedokteran tidak mengenal istilah ini. Diagnosis harus tegas, apakah penderita terjangkit penyakit tifus atau tidak. Kalau mau, dokter mengatakan diagnosis dugaan tifus. Kenali gejala tifus dengan baik, jika demamnya sampai 5-6 hari hilang timbul maka kemungkinan penderita terjangkit tifus. Tapi jika tidak demam, atau demamnya turun setelah tiga hari, ada kemungkinan penderita tidak terjangkit tifus. Ada banyak penyakit infeksi lain yang disertai demam. Apalagi pada hari-hari pertama demam, sulit untuk dapat memastikannya sebagai demam tifoid. Gejala demam juga terdapat pada penyakit lain seperti demam dengue, morbili, dan sebagainya.

5. TIFUS DIBAWA OLEH CARRIER
Banyak orang yang tidak terlihat sakit tapi berpotensi menyebarkan penyakit tifus. Inilah yang disebut dengan pembawa penyakit tifus. Meski sudah dinyatakan sembuh, bukan tidak mungkin mantan penderita masih menyimpan bakteri tifus dalam tubuhnya. Bakteri bisa bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Ini karena sebagian bakteri penyebab tifus ada yang bersembunyi di kantong empedu. Bisa saja bakteri ini keluar dan bercampur dengan tinja. Nah, bakteri ini dapat menyebar lewat air seni atau tinja penderita.

MENGENAL PENYAKIT TIFUS

Bakteri Salmonella typhi merupakan bakteri yang bertanggung jawab terhadap penyakit ini. Kuman ini dapat hidup lama di air yang kotor, makanan tercemar, dan alas tidur yang kotor. Siapa saja dan kapan saja dapat menderita penyakit ini. Termasuk bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena demam tifoid. Lingkungan yang tidak bersih, yang terkontaminasi dengan Salmonella typhi merupakan penyebab paling sering timbulnya penyakit tifus. Kebiasaan tidak sehat seperti jajan sembarangan, tidak mencuci tangan menjadi penyebab terbanyak penyakit ini. Penyakit tifus cukup menular lewat air seni atau tinja penderita. Penularan juga dapat dilakukan binatang seperti lalat dan kecoa yang mengangkut bakteri ini dari tempat-tempat kotor.Masa inkubasi penyakit ini rata-rata 7 sampai 14 hari. Manifestasi klinik pada anak umumnya bervariasi. Demam adalah gejala yang paling utama di antara semua gejala klinisnya. Pada minggu pertama, tidak ada gejala khas dari penyakit ini. Bahkan, gejalanya menyerupai penyakit infeksi akut lainnya. Gejala yang muncul antara lain demam, sering bengong atau tidur melulu, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit perut, diare atau justru sembelit (sulit buang air besar) selama beberapa hari. Peningkatan suhu bertambah setiap hari. Setelah minggu kedua, gejala bertambah jelas. Demam yang dialami semakin tinggi, lidah kotor, bibir kering, kembung, penderita terlihat acuh tidak acuh, dan lain-lain. Pada penderita penyakit tifus yang berat, disarankan menjalani perawatan di rumah sakit. Antibiotika umum digunakan untuk mengatasi penyakit tifus. Waktu penyembuhan bisa makan waktu 2 minggu hingga satu bulan. Vaksinasi tifoid sangat dianjurkan untuk mencegah penyakit. Apalagi jika si kecil terkenal doyan jajan. Juga, anak balita yang sudah pandai “nenangga”, atau yang belum bisa cebok dengan benar. Vaksinasi harus diperkuat setiap 3 tahun. Ini karena setelah kurun waktu itu, kekebalan terhadap penyakit tifus akan berkurang. Umumnya, seusai divaksinasi, tubuh akan kebal, atau kalupun terkena maka penyakit yang menyerang tidak sampai membahayakan anak.

Sumber: Saeful Iman

http://www.tabloid-nakita.com

Baca Selengkapnya......

Thursday, May 07, 2009

Harapan untuk Masa Depan ...

Masa depan adalah masa yang serba tidak pasti...oleh karena itukita harus bisa mempersiapkan dan mengantisipasi datangnya hal tersebt. salah satu yang adapat dilakukan adalah dengan membuat persiapan secara materi. Salah satu langkah untuk mengantisipasinya adalah dengan menyediakan kebut kelapa sawit yang mencukupi.


Berbicara maslah kebun sawit adal beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu apakah dengan membangun sendiri atau membeli kebun yang sudah jadi. Setelah melalui beberpa tahap pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli kebun yang sudah jadi. Pertimbangan itu antara lain dari segi praktis dan biaya... memeng sih kalau kita memulai dari nol, dalam arti bangun sendiri, dengan biaya yang sama kita akan mendapat kebun yang lebih luas, namun sangat repot terutama dari sisi pengawasan. Kebetulan kebun yang saya ambil adalah kebun dengan pola KKPA atau yang lebih dikenal dengan pola PIR. Sederhananya segala sesuatu tentang kebun kita dapat di urus oleh koperasi. Tangan jadi kasar, luka-luka dan
keringat adalah hal yang biasa saya alami pada periode ini.



Namun sisi lain yang kita dapatkan adalah dari sisi hiburan.. proses pemeliharaan ini dapat dijadikan ajang rekreasi, apalagi keluarga mendukung dengan membawa termos nasi dengan sambel trasi, ikan asin dan lain sebagainya...


Nah setelah melewati proses yang melelahkan dan dianggap sudah bisa memahami bisnis proses perkenunan sawit, akhirnya diputuskan untuk membangun barak dan menempatkan seorang penjaga disana, dengan gaji yang tetap. Setelah itu kebun jadi sangat menarik dan kita juga nggak perlu capek-capek lagi. Kontrol cukup dilakukan seperlunya saja. Biasanya sich cukup sebulan sekali sekalian antar keperluan si penjaga seperti beras dan lain sebagainya.

Bahkan sekarang kebun sudah bisa jadi tempat bermain anak-anak dan keluarga..




Mudah-mudahan usaha ini akan berhasil..... amin..

Baca Selengkapnya......

Gambar Paranjae





Baca Selengkapnya......

Artikel Bagus dari Milis yang saya ikuti

PENEMUAN TERBARU MENGENAI KANKER HATI


Penemuan terbaru mengenai kanker hati! Jangan Tidur Terlalu Malam ! Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 Tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT) , tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm !!.

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati ( Liver Function Index ).
Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK.
Kesalah pahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter specialis,
benar benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum,
ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar.
Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.
Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bias memiliki pandangan yang salah,
bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hamper 80% dari livernya(hati) sudah termakan habis.

Pasien sangat terperanjat, “ Bagaimana mungkin ? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal.
Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”
Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “ normal “.
Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat.. .
Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita ( Taiwan ).
Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati.

Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.
Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui didalam sel-sel hati.
Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar.
Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT didalam darah meningkat..
Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati.
Bagi banyak para penderita radang hati , meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi didalam hati(liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati.
Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati.

Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati.
Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
2. Tidak buang pada pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet,zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goring saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
8. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang 3-5 bagian. Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari � hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.
Sebab :
� Malam hari pk 21.00 � 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun( de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
� Malam hari pk 23.00 � dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
� Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
� Dini hari 03.00 � 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini.
Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
� Pagi pk 05.00 � 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
� Pagi pk 07.00 � 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.

Baca Selengkapnya......

Friday, May 01, 2009

Pagur dari Bekasi

Kalau searching di internet dengan kata kunci "pagur' ada satu yang menggelitik saya....

Adong de he di antara koum-koum na manandai on....



Baca Selengkapnya......

Kesibukan lain

Akhir-akhir ini saya agak jarang melihat dan mengupdate blog ini, karena saat ini saya mempunyai kesibukan lain yaitu permainan online travian...

Seperti apa permainan ini....


Di tahap awal desa kecilmu hanya memiliki satu bangunan.

Kami akan memperlihatkan bagaimana cara memperluas desamu sehingga menjadi kota yang kaya dan kuat di halaman berikutnya.

erdapat empat jenis sumberdaya di travian: kayu, tanah liat, besi, dan gandum.

Sebelum kamu mulai memperluas bengunan desamu, kamu harus mengembangkan lahan sumberdayamu untuk meningkatkan suplai sumberdaya.

Gambarannya dapat diliaht disini

Baca Selengkapnya......

Perambahan hutan di Pagur

Tu dongan=dongan na tinggal di Pagur, pareso hamu dongan sanga botul do berita on...

Anggo menurut pandapotku, anggo sampe Adian Katunggal adong perambahan hutan sampai ke tingakt mengkhawatirkan, harus di berantas karena pasti dilakukan oleh kelompok yang terorganisir dengan menggunakan peralatan modern dan akibatnya sangat fatal bagi lingkungan di desa pagur. Terlepas dari statusnya yang hutan lindung atau bukan...


Tapi kalau yang dimaksud adalah petani dari desa pagur yang membuka lahan di Aek Gorsing... barangkali belum sampai kepada tingkat yang mengkhawatirkan. Yang perlu dipastikan sekarang adalah status hutannya apakah hutan lindung atau bukan.

Tapi saya lebih cenderung membiarkan masyarakat Desa Pagur yang mengelola hutan tersebut, sebab saya pernah ngomong-ngomong dengan sala seorang anggota dewan di Kab. MADINA, bahwa yang bersangkutan akan diberikan hak konsesi di hutan Aek Gorsing seluas 500 Ha. Dengan demikian bukan hutan lindung kan.... Kalau dampak lingkunngannya terutama banjir bandang, saya fikir tidak langsung ke desa Pagusr, karena setau saya arahnya adalah ke .... arah Pasir Pangaraian...

Selengakpnya berita dimaksud adalah :

Ilegal Logging Marak Panyabungan Terancam Banjir
Tanggal : 25-03-09
Panyabungan, BERSAMA

Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal terancam banjir bandang.Pasalnya, warga Adian Katunggal Desa Pagur Panyabungan diduga ramai-ramai melakukan perambahan Hutan Register/hutan lindung secara liar (ilegal logging).

Perambahan hutan di Desa Pagur Panyabungan Timur yang belakangan sangat marak ini karena tanahnya subur dan cocok dijadikan warga sebagai ladang perkebunan karet.

Kepada wartawan, Kepala Desa Pagur Panyabungan, Indra Sujana, Selasa (24/3) mengungkapkan, perambahan hutan negara yang dilakukan warga sudah mencapai tingkat mengkwatirkan karena areal hutan yang dibabat merupakan daerah penyangga air bagi beberapa sungai di Kabupaten Mandailing Natal dan Propinsi Riau.

Soalnya kata Indra, Tor Adian Katunggal merupakan hulu dari Sungai Pagur yang bergabung dengan sungai Aek Pohon serta Sungai Rokan yang mengalir ke Pekan Baru, Riau. Dijelaskannnya, letak hutan lindung yang dirambah warga saat ini sudah mencapai sekitar 20 hektar, padahal daerah tersebut merupakan dataran tinggi yang nantinya jika terjadi longsor dan banjir langsung menghantam Desa Pagur terus ke ibukota Madina yaitu Panyabungan.

Pilar-pilar yang dibuat pemerintahpun juga sudah dirusak warga. Terjadinya aktifitas pembabatan hutan register ini dilakukan warga, sebutnya, seiring dengan telah terbukanya jalur transportasi penghubung antara Kabupaten Madina dengan Kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Paluta dan Palas oleh Dinas Pekerjaan Umum tingkat 1 Sumut.

Padahal aktifitas perambahan hutan lindung ini,ungkap Kades yang beberapa bulan menjabat ini sudah dilaporkannya kepada Pemerintah Kabupaten Madina dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan, namun sampai saat ini belum ada tinjauan. Aktifitas perambahan ini disinyair terorganisir dalam satu wadah yaitu kelompok tani yang ada pada desa tersebut.

“Sungguh tidak mungkin dalam hitungann tahun banjir Bandang seperti tragedi Bahorok menghantam Desa Pagur dan daerah lainnya,mengingat kalau banjir menghantam Panyabungan pun tidak luput banjir, “ terangnya sembari berharap pemerintah agar berperan dalam hal ini mengingat kawasan hutan register yang terluas di Madina selain kawasan TNBG. . nVN


Baca Selengkapnya......