Tuesday, August 30, 2016

Mudik Lebaran 2016 (Bagian Ketiga)

Etape kali ini yang akan saya ceritakan adalah etape Sorulangun-Bukittinggi. Etape ini adalah tahapan paling asik dalam perjalanan mudik kali ini, karena kami akan melewati danau Singkarak. Sudah terbayang dimata bagaimana indahnya perjalanan sepanjang jalan menuju Bukittinggi. Secara jarak dan waktu tempuh juga etape ini adalah etape terpanjang yang kami rencanakan. (8 jam 33 menit dengan jarak 454 Km).


Mengingat minimnya fasilitas hotel dan panjangnya etape kali ini yang harus kami lalui, kami memutuskan untuk tidak tidur lagi sehabis menyantap makan sahur yang di antar ke kamar oleh petugas hotel. Setelah menunaikan kewajiban sholat Subuh kami mulai berbenah dan melanjutkan perjalanan kami.

Diawal awal perjalanan hari masih gelap, sehingga lampu mobil masih harus dinyalakan. Trek yang lurus masih mendominasi perjalanan kali ini, sehingga baru berjalan sekita 2 jam rasa kantuk pun kembali mendera. Kembali Co Driver berfungsi dalam kondisi seperti ini.

Setelah dirasa cukup ber istirahat komando kembali saya ambil alih, sehingga kendaraan kembali dapat di pacu pada kecepatan 120 - 140 Km/Jam. Trek yang lurus dan mulus mendominasi sampai ke Gunung Medan di Propinsi Sumatera Barat.

Menjelang memasuki kota Solok, trek berubah 180 derajat. Kali ini jalan masih mulus namun banyak tikungan, sehingga memaksa saya harus berhati-hati. Namun disisi lain saya mensyukuri kondisinya karena tidak membuat mengantuk.

Menjelang jam 11 siang pemandangan danau Singkarak mulai terlihat sama2 di kejauhan. Anak2 saya bangunkan untuk dapat menikmati pemandangan yang luar biasa ini. Semula rencananya kalau di temukan spot untuk mandi di air danau, kami akan berhenti dan berenang. Namun kelihatannya sepanjang jalan kami tidak menemukan spot seprti yang kami harapkan. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sejenak sambil menikmati indahnya pemnadangan danau maninjau. Tentu saja kesempatan ini tidak kami sia2 kan untuk mengambil beberapa poto






Setelah puas bercengkerama dengan danau kami melanjutkan perjalanan menuju Bukititnggi. Pada perjalanan ini anak2 sangat menikmati. Bahkan sepanjang jalan kami bernyanyi bersama mengikuti alunan lagi dari perangkat pemutar musik mobil.


Beberapa kali saya di protes oleh anak2 karena menerobos lampu merah, hal ini mungkin terjadi karena di dera oleh kantuk dan pengen cepat sampai ke Bukittinggi dan beristirahat. 

Memasuki kota Padang Panjang, saya teringat akan kuliner khas disini yaitu Sate Mak Syukur. Sayangnya kami lewat saat puasa dan hari masih sekitar jam 2 siang. Kami pun melewati Padang Panjang dengan janji pulangnya harus disempatkan dulu makan sate di sini.

Sekitar jam 15.00 kami memasuki kota Bukititnggi. Sejuknya udara menerpa wajah saat saya membuka sedikit kaca jendela mobil. Kami telah searching di internet tentang hotel dan diputuskan akan menginap di hotel Royal Denai. Kemudi diarahkan menuju hotel. Setelah proses cehek in kami langsung menuju kamar. Kali ini hotel tidak menyediakan kamar conecting. Kami hanya mengambil 2 kamar yang bersisian. Di belakang kamar terdapat kolam renang yang lumayan besar untuk anak2. Tidak ada orang berenang saat itu, karena sepertinya tamu hotel juga lagi sepi.

Melihat kolam renang yang begitu menantang, Azwa anak bungsu saya langsung berreaksi. Tanpa memperdulikan dinginnya udara Bukittinggi dia memaksa saya untuk menemaninya mandi di kolam renang. Dengan menahan dinginnya udara saya mengikuti kemuannya.




Bersambung.....



Postingan yang Terkait :



0 komentar:

Post a Comment